BENGKULU – Sebanyak 18 pelajar Sekolah Dasar (SD) di Desa Tanjung Beringin, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, terdeteksi menderita kecacingan.
Temuan ini berasal dari hasil pemeriksaan tim Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) atau analis kesehatan dalam kegiatan pemeriksaan kecacingan dan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes Bengkulu, Selasa (11/11/2025).
Pemeriksaan Ungkap Belasan Siswa Positif Kecacingan
Koordinator pelaksana kegiatan dari Poltekes Kemenkes Bengkulu, Prof. Demsa Simbolon, menjelaskan, dari total 117 pelajar yang diperiksa, terdapat belasan siswa yang dinyatakan positif mengalami kecacingan.
“Dari hasil pemeriksaan ATLM, ada lebih dari sepuluh siswa yang positif terdampak kecacingan. Ini menjadi peringatan penting agar sekolah dan orang tua lebih memperhatikan kebersihan anak-anak,” ungkap Demsa.
Ia menambahkan, kegiatan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap penyakit yang sering menyerang anak-anak di daerah pedesaan.
“Kolaborasi antara Dinkes Rejang Lebong dan Poltekes Kemenkes Bengkulu ini menjadi langkah nyata untuk menjaga kesehatan generasi muda, terutama di wilayah rawan kasus kecacingan,” lanjutnya.
Baca Juga : Polres Rejang Lebong siagakan personel gabungan
Dinkes Langsung Berikan Obat dan Edukasi
Menindaklanjuti hasil pemeriksaan, Dinas Kesehatan Rejang Lebong langsung membagikan obat cacing secara massal kepada para siswa yang terindikasi positif.
Tindakan ini bertujuan mencegah perkembangan cacing di dalam usus dan menghindari penularan kepada siswa lain.
Selain pengobatan, tim juga memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada guru, siswa, dan warga sekitar sekolah.
Mereka diajarkan cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan kuku, serta pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan air bersih.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kebersihan pribadi dan lingkungan menjadi kunci utama mencegah kecacingan,” jelas Demsa.
Upaya Pencegahan Diperluas ke Sekolah Lain
Sementara itu, Koordinator P2PM Dinkes Rejang Lebong, Titin Julita, menegaskan bahwa pihaknya akan memperluas kegiatan serupa ke sekolah lain di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.
Menurutnya, pemeriksaan di Desa Tanjung Beringin dilakukan karena sebelumnya ditemukan beberapa kasus kecacingan di daerah tersebut.
“Begitu ada laporan adanya siswa SD yang terindikasi kecacingan, kami langsung turun memberikan obat cacing secara gratis dan melakukan pemeriksaan lanjutan,” ujar Titin.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Mass Drug Administration (MDA) atau Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) yang didorong oleh Kementerian Kesehatan untuk menekan angka kasus kecacingan pada anak usia sekolah.
Baca Juga : Inilah Program Paling Mendesak yang Akan Diperjuangkan
Kecacingan Hambat Penyerapan Gizi Anak
Titin menjelaskan, penyakit kecacingan tidak boleh dianggap sepele.
Selain mengganggu kesehatan, kecacingan juga menghambat penyerapan gizi (MBG) dari makanan yang dikonsumsi anak-anak.
“Kalau anak terinfeksi cacing, makanan bergizi yang mereka makan tidak terserap sempurna karena cacing ikut ‘memakan’ nutrisi tersebut di dalam usus,” jelasnya.
Menurut Titin, kondisi ini berpotensi menyebabkan anak sulit tumbuh optimal, mudah lelah, dan menurunkan daya konsentrasi di sekolah.
Dinkes Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kebersihan
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Dinkes Rejang Lebong juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama sumber air, sanitasi, dan kebiasaan sehari-hari anak-anak.
Orang tua diminta untuk memastikan anak-anak mencuci tangan sebelum makan, memakai alas kaki, dan menjaga kebersihan kuku agar terhindar dari penularan cacing.
“Program ini akan terus kami jalankan secara berkelanjutan. Kami ingin semua anak di Rejang Lebong tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari kecacingan,” pungkas Titin.






