Bengkulu – Petani di Provinsi Bengkulu berhasil mencatat produktivitas jagung yang melampaui rata-rata nasional pada 2024. Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan capaian ini menjadi bukti kuat potensi besar sektor pertanian daerah.
“Produktivitas jagung di Bengkulu sangat baik karena berada di atas rata-rata nasional. Pada 2024, Bengkulu mencapai 8,83 ton per hektare, sementara rata-rata nasional hanya 8,04 ton per hektare,” kata Mian di Bengkulu, Minggu (28/9/2025).
Produksi Jagung Bengkulu Capai 85 Ribu Ton
Sepanjang 2024, petani Bengkulu menghasilkan 85.055 ton jagung dari luas panen 9.861 hektare. Angka tersebut menempatkan Bengkulu sebagai salah satu sentra jagung potensial di Sumatera.
Mian optimistis produksi 2025 kembali mencetak hasil tinggi. Ia menilai kombinasi kontur tanah, ketersediaan lahan, budaya bertani, dan curah hujan yang mendukung memberi keuntungan besar bagi petani lokal.
Baca Juga : Dinsos Rejang Lebong telusuri jaringan pengemis antarwilayah
Dukungan Program Ketahanan Pangan
Mian menekankan bahwa capaian ini selaras dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pusat menaruh harapan besar pada daerah untuk memperkuat ketersediaan pangan nasional.
“Bengkulu punya modal kuat untuk menjadi penyokong pangan nasional. Lahan luas, tenaga kerja tersedia, serta iklim dan budaya bertani yang mendukung,” tegasnya.
DPD RI Dorong Program Senator Peduli Pangan
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) meluncurkan Program Senator Peduli Pangan di Desa Taba Lagan, Bengkulu Tengah, Sabtu (27/9). Program ini juga berjalan di tiga provinsi lain.
Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin menyebut program tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan nasional.
“Presiden telah menegaskan dalam Sidang Umum PBB bahwa ketahanan pangan adalah prioritas utama. Karena itu, DPD RI mengambil langkah konkret melalui program ini,” ujar Sultan.
Baca Juga : Kemenkum Bengkulu-BPHN perluas akses keadilan posbankum
Bantuan untuk Perkuat Produksi
DPD RI menyalurkan lima unit traktor tangan, pupuk, serta benih jagung untuk 3.000 hektare lahan di Kabupaten Bengkulu Tengah. Bantuan itu langsung diterima petani agar produktivitas meningkat secara merata.
Sultan menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Ia mengajak petani, pemerintah daerah, dan masyarakat ikut berperan aktif menjaga keberlanjutan program.
Bengkulu Bidik Kontribusi Nasional
Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan peningkatan hasil panen pada 2025. Dengan dukungan program pusat dan daerah, Bengkulu berambisi tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga memberi kontribusi lebih besar bagi ketahanan pangan nasional.
“Kalau kita konsisten, Bengkulu bisa jadi salah satu daerah penopang utama ketahanan pangan Indonesia,” tutup Mian.






