Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Bupati Rejang Lebong instruksikan penanganan banjir musiman

Skintific

Bupati Rejang Lebong Instruksikan Penanganan Banjir Musiman di Kota Curup

Rejang Lebong, Bengkulu – Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir musiman yang kerap melanda Kota Curup setiap tahun. Ia meminta dinas dan instansi terkait segera menyusun langkah konkret agar penanganan tidak lagi bersifat sementara.

“Saya minta Dinas PU dan BPBD Rejang Lebong menyusun kajian teknis secara rinci sebagai dasar penganggaran penanganan banjir dalam APBD tahun 2026. Kajian ini penting supaya penanganan banjir lebih terukur dan menyeluruh, bukan hanya solusi jangka pendek,” tegas Fikri saat meninjau permukiman warga di Kecamatan Curup yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Air Duku, Minggu (28/9/2025).

Skintific

baca juga: Produktivitas Jagung Bengkulu Lampaui Rata-Rata Nasional

Penyebab Banjir Musiman di Curup

Fikri menjelaskan, hujan deras beberapa hari terakhir membuat debit Sungai Air Duku meningkat tajam. Akibatnya, aliran sungai yang melintasi Kecamatan Curup dan Curup Utara meluap hingga menggenangi permukiman warga. Kondisi ini menambah deretan kasus banjir musiman yang selalu terjadi hampir setiap tahun di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama Wakil Bupati Hendri Praja, banjir dipicu oleh beberapa faktor utama. Selain curah hujan tinggi, sedimentasi lumpur yang menumpuk di saluran drainase menyebabkan aliran air tidak lancar. Kapasitas saluran yang kecil juga memperburuk keadaan, sehingga air sungai tidak mampu tertampung saat debit meningkat.

baca juga: Dinsos Rejang Lebong telusuri jaringan pengemis antarwilayah

Normalisasi Sungai dan Kesadaran Warga

Menurut Bupati, solusi banjir tidak cukup dengan memperbesar saluran atau normalisasi Sungai Air Duku. Masyarakat juga harus meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama terkait kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Sampah yang dibuang sembarangan hanyut terbawa air dan menyumbat saluran pembuangan. Hal itu menjadi salah satu penyebab banjir yang sulit diatasi. Karena itu, kesadaran masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan banjir,” ujarnya.

Ia menginstruksikan camat, lurah, kepala desa, hingga ketua RT dan RW untuk menggalakkan gotong royong membersihkan saluran pembuangan. Selain itu, aparat kewilayahan diminta aktif menyosialisasikan larangan membuang sampah sembarangan kepada seluruh warga.

Bupati Rejang Lebong Bengkulu Tinjau Lokasi Banjir Sungai Air Duku, Janji Cari Solusi Banjir Musiman - Tribunbengkulu.com

Dampak Banjir di Kota Curup

Banjir musiman akibat luapan Sungai Air Duku menggenangi sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Curup dan Curup Utara. Lebih dari 70 rumah warga serta satu masjid terdampak. Bahkan, banjir sempat menutup akses Jalan Lintas Curup–Muara Aman (Kabupaten Lebong) dengan ketinggian selutut orang dewasa. Meski begitu, air mulai surut pada sore hari setelah sempat bertahan sejak pagi.

Kejadian serupa juga terjadi sehari sebelumnya, Jumat (27/9). Dua kelurahan di Kecamatan Curup Tengah, yakni Sidorejo dan Talang Rimbo, terendam akibat saluran pembuangan tidak mampu menampung air hujan. Banjir tersebut merusak pagar Kantor Satpol PP Rejang Lebong dan menggenangi permukiman warga.

Komitmen Pemerintah Daerah

Fikri menekankan, penanganan banjir harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan kajian teknis yang jelas, penganggaran pada APBD 2026 diharapkan lebih tepat sasaran. Selain memperbaiki infrastruktur, program edukasi dan pemberdayaan masyarakat akan terus diperkuat agar masalah banjir musiman dapat diminimalisir.

“Kami ingin memastikan bahwa penanganan banjir tidak hanya bersifat responsif ketika bencana terjadi, tetapi juga preventif. Dengan keterlibatan pemerintah dan masyarakat, banjir tahunan bisa kita kendalikan secara bertahap,” pungkasnya.

Skintific