Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

BKSDA Bengkulu waspadai kemunculan harimau sumatra

Skintific

Rejang Lebong, Bengkulu – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah I Bengkulu mengingatkan warga Kabupaten Lebong agar lebih waspada setelah muncul video penampakan harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di media sosial. Video tersebut diduga direkam warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, saat sedang berburu babi di kebun sawit miliknya.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan informasi tersebut. Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh video itu karena lokasi kemunculan harimau berada di dekat Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), salah satu habitat alami satwa dilindungi itu.

Skintific

“Warga kami minta tetap waspada. Kemungkinan besar penampakan itu benar karena lokasi kejadian berdekatan dengan TNKS,” kata Said saat dihubungi di Lebong, Sabtu (20/9).

Baca Juga : Pemkab Rejang Lebong Angkat 362 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu

Harimau Diduga Sedang Berburu

Menurut Said, kemunculan harimau di kebun sawit warga kemungkinan besar terjadi karena satwa tersebut sedang berburu mangsa atau sekadar melintas menuju kawasan hutan. Harimau sumatra memang kerap bergerak jauh dari dalam hutan ketika mencari makan, terutama jika populasi mangsa di habitatnya menurun.

“Kemunculan di kebun sawit bisa karena harimau sedang mencari makan. Bisa juga dia hanya melintas. Namun yang jelas, masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Belum Ada Laporan Resmi

Turun Tangan Tim BKSDA Usai Heboh Harimau Sumatera Melintas di Jalan

Meski video sudah tersebar luas di media sosial, hingga kini BKSDA Bengkulu belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait peristiwa itu. Said menegaskan bahwa laporan langsung sangat penting agar pihaknya bisa melakukan tindakan cepat, termasuk jika diperlukan evakuasi satwa ke lokasi yang lebih aman.

“Kalau memang warga benar-benar melihat harimau dan merasa khawatir, segera lapor ke BKSDA. Dengan begitu, kami bisa menurunkan tim untuk mengecek lapangan sekaligus memastikan kondisi satwa dan masyarakat tetap aman,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Bengkulu luncurkan program bayar pajak dapat hadiah

Imbauan untuk Warga

BKSDA juga meminta warga yang beraktivitas di kebun sekitar kawasan TNKS untuk tidak sendirian. Mereka disarankan membawa alat penerangan, membuat bunyi-bunyian, atau beraktivitas secara berkelompok agar satwa liar tidak mudah mendekat.

“Jangan panik, tapi tetap berhati-hati. Hindari beraktivitas sendiri di kebun yang berbatasan langsung dengan hutan. Kewaspadaan masyarakat sangat penting demi keselamatan bersama,” kata Said menambahkan.

Harimau Sumatra Satwa Dilindungi

Harimau sumatra termasuk satwa dilindungi yang populasinya semakin menurun. Berdasarkan data konservasi, jumlahnya diperkirakan tinggal ratusan ekor di alam liar. TNKS menjadi salah satu benteng terakhir keberlangsungan hidup harimau sumatra karena memiliki hutan lebat yang masih terjaga.

Keberadaan satwa ini menunjukkan ekosistem hutan masih sehat, tetapi sekaligus menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal berdekatan dengan kawasan konservasi. Oleh karena itu, BKSDA terus mengingatkan agar masyarakat menjaga jarak aman dan segera melapor jika melihat satwa liar.

Skintific